Thursday, February 28, 2013

My Second Son~Evan

9 Januari 2013 pukul 09 pagi telah lahir anak kedua kami yang diberi nama Zein Evano Fabian Rasyid (Evan). Lahir saat usia kandunganku 38weeks+6days. Hosshh akhirnya bisa mencuri-curi waktu buat meninggalkan catatan hidup di blog. Karena semenjak Evan lahir ke dunia, jadi jarang exist di dunia maya. Ada aja sebabnya..Ya karena ngantuk begadang, ga sempat juga karena si kakak yang lagi lucunya iri sama adeknya dan penyakit ''M''~Muales.. Alhasil ga bisa berlama-lama di depan laptop maupun hp. Jadi aku mulai aja ya cerita pengalamanku melahirkan anak keduaku.. Mungkin aja bisa jadi gambaran emaks baru yang mau melahirkan.
Dikehamilan kedua ini entah rasa takut terbayang akan proses melahirkan itu selalu ada. Parnoo banget deh ngebayangin rasanya mules-mules, kepala bayi keluar dari miss v, dan harus dijahit pula. Ga kebayang deh.. Padahal ini harusnya menjadi pengalaman keduaku ya. Aku merasa takut karena dulu waktu melahirkan anak pertama, aku tidak benar-benar merasakan keseluruhan proses melahirkan, karena dulu aku memakai bius ILA jadi sampai saat dijahit pun aku tidak merasa apa-apa.
Untuk persiapan melahirkan, aku selalu meluangkan waktu untuk membaca-baca mengenai tanda-tanda melahirkan, teknik-teknik pengaturan nafas, serta membaca pengalaman bunda-bunda saat melahirkan. Dan aku agak sedikit tenang untuk menghadapi perjuangan itu. Sampai pada akhirnya...
8 Januari 2013 pk 17.15
Akhirnya yang ditunggu datang juga. Di uk ku 38w+5d akhirnya aku mendapati lendir darah!!! Ya lendir darah yang keluar dari miss v pada usia kehamilan akhir yang kutahu dari pengalaman anak pertama dan juga dari hasil membaca merupakan tahap awal yang menandakan akan segera dimulai proses melahirkan. Tapi kali ini agak sedikit dag dig dug, bukan karena khawatir sakitnya melahirkan tapi lebih kepada bingung apa yang harus dilakukan saat itu sedangkan suami masih di kantor dan anakku yang pertama sedang tidur dan tidak mungkin aku bangunkan karena jika tidurnya diganggu pasti deh jadi marah dan uring-uringan. Huffft... Akhirnya aku menelpon suamiku untuk memberitahu hal tersebut dan dia memintaku untuk menelpon rumah sakit agar tahu tindakan apa yang harus dilakukan. Dari hasil telponan dengan suster di rumah sakit, beliau memintaku untuk datang agar dilakukan pengecekan apakah sudah ada pembukaan atau belum.
pukul 19.30
Aku beserta suami dan anak pertamaku~Raffa pergi ke rumah sakit. Karena kami belum makan malam, jadi kami memutuskan untuk makan dulu di rumah makan terdekat. Saat itu aku masih santai banget, dan masih bisa makan lahap dengan menu mie seafood pedas porsi jumbo. Setelah makan malam kami menuju rumah sakit dengan subway train kemudian dilanjut jalan kaki. Ya itu kulakukan karena aku berharap sekali semoga ada pembukaan dan anakku cepat lahir ke dunia (kejar target supaya bb bayi ga terlalu besar).
Pukul 21.00
Masuk ruang bersalin untuk dicek pembukaan, dan ternyata sudah pembukaan 3. Kemudian para suster segera mempersiapkan diriku di ruang bersalin dan memberitahu bahwa saat ini sudah dimulai proses menuju kelahiran baby. Saat itu suamiku dan Raffa menemaniku. Karena kami berfikir perkiraan baby akan lahir di tengah malam atau pagi buta jadi kami memutuskan menelpon temanku yang apartemennya dekat dengan rumah sakit (mba lidya). Kenapa aku mengontak temanku? karena jujur aku ga kebayang jika harus lahiran tanpa ditemani seseorang alias sendirian. Karena saat itu suamiku harus menjaga anakku yang pertama, jadi aku minta tolong ditemani mba Lidya.. Huhu.. Jadi ga enak sama mba Lidya dan suaminya. Lanjut lagi.. Setiap 2 jam pembukaan bertambah, dan setiap merasakan ngilu akibat kontraksi aku selalu mempraktekkan cara nafas yang sering kubaca via internet yaitu setiap kali merasakan nyeri tarik nafas dalam-dalam dari hidung kemudian buang pelan-pelan dari mulut. Oh ya katanya teknik pernafasannya pernafasan perut ya.. Dan tentunya tidak lupa berdoa kepada Alloh.
Sampai pada pembukaan 8 alhamdulillah aku tidak terlalu merasa sakit, sampai pada saat pembukaan 9 suster menginduksi dan juga memecahkan ketuban. Nahhh baru deh saat itu aku merasakan sakit kontraksi yang luar biasa, dan aku berusaha untuk tetap tenang sambil beristighfar dan mengatur nafas (nafas pendek-pendek) agar tidak mengejan sebelum pembukaan lengkap. Untungnya selang 5 menit langsung pembukaan 10, itu berarti pembukaan sudah lengkap. Kata dokter dan suster aku sudah bisa mengejan sekuat-kuatnya ketika merasakan sakit kontraksi tapi tetap harus mengikuti arahan mereka agar tidak kebablasan mengejan yang bisa menybabkan miss v robek lebih besar. Ternyata saat mengejan itu enak banget deh, karena aku merasa sakitnya jadi hilang sesaat. Dan saat-saat mengeluarkan kepala bayi itu rasanya hanya seperti (maaf) BAB yang keras, setelah kepala bayi keluar itu lebuh gampang lagi mengejannya karena tiba-tiba badannya langsung meluncur. Setelah itu semua rasa sakit hilang seketika berganti fengan rasa haru dan bahagia melihat bayi mungil yang kita tunggu selama 9 bulan kini telah hadir di dunia. Ah terima kasih Alloh telah memberikan segala kemudahan dan kelancaran. Alhamdulillah...
Oh iya yang selalu menjadi pertanyaan dari zaman aku hamil anak pertama adalah.. Bagaimana rasanya saat dijahit?sakitkah? dan pertanyaan itu pun sudah terjawab dengan sendirinya.. Ga sakiiiit..horay.. Paling ngilu aja.
Jadi tips bagi para ibu yang mau melahirkan adalah tetap selalu berfikir positif, komunikasi terus dengan bayi bunda untuk dapat bekerjasama.dengan baik, jangan lupa teknik pernafasannya (ngaruh juga loh), siapkan fisik dan mental, dan jangan lupa berdoa. Ayo pasti bisa!!!! ^^
sekarang usia evan hampir 2 bulan, dan aku sudah berlabel ibu beranak dua.hehehehe...


Thursday, January 3, 2013

Jalan 38 weeks

Uk hampir masuk 38 weeks, beberapa hari yang lalu sempat merasakan kontraksi yang rasanya mules seperti mau buang air besar, sakit sekali pada pinggul, punggung belakang sampai daerah "v", dan rasanya seperti baby ku mau keluar. Hmm.. mungkin itu hanya kontraksi palsu seperti yang aku ketahui dari membaca pada artikel-artikel, karena memang setelah hari itu aku tidak pernah merasakan kontraksi yg membuat aku tidak bisa tidur hingga pagi.

Oh ya jadi ingat sebelumnya aku dapat peer dari dokter kandunganku untuk sering-sering melakukan posisi nungging agar posisi baby ku bisa kembali ke jalan lahir dan juga peer diet, peer ini aku dapatkan diusia kehamilan ku yang ke 33 weeks. Bagaimana hasilnya?? alhamdulillah aku berhasil melakukannya, posisi baby ku sudah kembali ke jalan lahirnya. Tapi... dietnya ga berhasil. hiks... dan kali ini peer diet lebih ketat karena harus ditambah dengan jalan cepat minimal sehari 1 jam. Whattt??? huhu.. gimana mau jalan, di luar kan dingin luar biasa karena saat ini sedang winter dan suhu sekitar-7 kebawah, kadang bisa sampai -14 yang real feelnya bisa sampai -20. Rasanya ga sanggup uy harus berkeliling diselimuti hawa dingin yang menusuk, jadi aku memilih untuk selalu bergerak ketika di rumah dan juga benar-benar mengepres jatah makan. Aku lebih banyak makan buah dan sayur, dan masuk nasi hanya ketika siang hari. Huahh.. berat. Saat ini harapannya semoga baby ku bisa hadir ke dunia jauh sebelum due datenya, aamiin.. kenapa? karena perkiraan dokter hingga due datenya nanti berat lahirnya sekitar 3,9kg dan itu pun kalau dietku berhasil. hmmmhh.. Sekarang aku hanya bisa berharap, berusaha, berdoa pada Alloh, semoga bagaimana pun nanti hasil dan cara aku melahirkan, itulah yang terbaik ya, dan semoga diberi kelancaran, kesehatan dan keselamatan untukku dan baby. aamiin...

Di kehamilanku yang kedua ini aku sempat deg-degan, kepikiran, takut untuk menghadapi persalinan. Tetapi entah kenapa akhir-akhir ini aku justru tidak sabar menanti-nanti rasa sakit (mules-mules mau melahirkan) itu hadir lagi, aku jadi tidak sabar ingin segera melihat anak kedua ku. hihi.... rasanya tidak sabar ingin segera menghadapi hari perjuangan itu. Semoga tidak lama lagi...

Tuesday, December 4, 2012

Peer di 33weeks

Sabtu,1 Desember 2012 Aku pergi kontrol ke dokter kandungan. Periksa kesehatan adiknya Raffa dan say hello pastinya. Kondisi baby dan aku alhamdulillah sehat, tapi berat baby agak kelebihan sedikit. Harusnya di usia ini berat rata-rata 2.0-2.2 kg, nah sedangkan berat badan baby ku sekarang 2.4 kg. Dan satu lagi yang menjadi pikiran, saat ini posisi baby melintang. Padahal aku udah pede banget deh untuk posisi bayi pasti di bawah, karena dari awal kehamilan hingga usia kehamilan 7 bulan kemarin kepala baby berada pada jalan lahir. Ehh lah ternyata babyku lagi suka muter-muter, tapi berhentinya ke arah lain :)

Jadi.. oleh-oleh dari dokter adalah aku harus diet untuk menhaga bb baby dan juga nungging atau sujud, kalau bahasa koreanya 고양이 체조. Hmmh.. Untuk diet susah juga,karena kebetulan disini saat ini sudah masuk winter. Kalau hawa dingin-dingin gini bawaannya pengen ngunyah terus.. Huhu.. Tahannn..tahann... Nah untuk posisi sujudnya setelah mencari di google ternyata ga gampang juga. Tapi gimana pun harus semangat menjalankan kedua peer tersebut. Hiks.. Doakan ya semoga bisa lahiran normal... Aamiin..

foto diambil dari tanyadok.com


Thursday, November 8, 2012

Biji Salak

Biji salak, kalau suamiku tidak tau tuh dengan nama itu. Biji salak?? emang bisa dimakan? dapet salak dari mana?kok kayak ga ada makanan lain? *gubrak* bukan biji salak beneran kalee.... Biji salak yang ini terbuat dari ubi dan bertekstur kenyal. Ohh ohh ternyata di keluarga suamiku menyebut makanan ini kolak telo.. hehe.. tapi sepertinya makanan ini terkenal dengan Biji salak ya.. cmiiw... aku mencoba membuatnya dari hasil browsing di eresep.com hasilnya enak lohh.. cuma karena aku berlebih memberikan sagu pada kuahnya jadi kekentalan deh.. ya jadi pengalaman yah.. ini dia biji salak hasil buatanku.. Selamat mencoba juga..




Siomay

Lagi pengen coba-coba buat makanan untuk cemilan, keinget sama abang siomay yang suka naik sepeda keliling komplek di daerah rumah orang tuaku. Rasanya enak banget.. kenyalnya hmmhh bikin nagih, bumbunya mantab. Tapi apa boleh buat cuma bisa ngeces sambil menghayal... secara saat ini aku berada di tempat yang juauuuhh sekali dari rumah orang tuaku. Supaya ngecesnya ga berlebihan, jadi aku coba buat siomay aja deh.. Dan sudah dilakukan dengan menggunakan resep dari Just Try and Taste, sayangnya ada yang kurang lengkap dari bahan yang aku punya yaitu labu siam dan jeruk nipis. Bagaimana hasilnya? katanya sih, berdasarkan penilaian suamiku hasil siomayku ini enak.. Alhamdulillah... seneng deh kalau hasilnya memuaskan. Kenapa? karena ini pertama kalinya aku mencoba membuat siomay dan tau berapa waktu yang kubutuhkan untuk membuatnya? 4 jam. hehehe.. iya itu sambil disambi-sambi sih... ya maklum juga ya saya masih pemula dalam hal masak memasak. kkkk... berikut hasil foto siomaynya.. dan coba juga yuk buat siomay sendiri...


Wednesday, November 7, 2012

Ayam Bumbu Kecap

Resep Ayam Bumbu Kecap ini ditulis khusus sama Mbah Putriku.. huaa.. seneng deh dibekelin kumpulan resep-resep dan ditulis langsung. sebenarnya sih di resep yang tertulis itu Bandeng Bumbu Kecap, tapi berhubung stok ikan tidak ada di kulkas dan ayam masih buanyak banget jadi aku ganti dengan ayam.



Keliatan ga resep di fotonya? ga kelihatan ya sepertinya.. Sipp..sipp.. klo gitu resepnya sebagai berikut:

Bahan
Ayam/Ikan

Bumbu-bumbu
Bawang merah (iris tipis)
Bawang putih (iris tipis)
Cabe rawit utuh (kalau mau pedas bisa diiris-iris yah)
Daun jeruk
Jahe
Sereh
Tomat dipotong besar
Kecap
Garam
Gula pasir sedikit

Cara membuatnya
1. Bumbu-bumbu (bawang merah, bawang putih, cabe, daun jeruk, jahe, sereh) ditumis sampai harum dikasih air nyemek saja (nyemek saja apa yah?? hihi.. ya jangan terlalu banyak kali ya..)
2. Masukkan Kecap, beri garam dan gula dan juga tomat. Diaduk.
3. Masukkan Ayamnya, tambahkan air sambil diicip apakah manis, gurihnya sudah pas. jika belum bisa ditambah kecap dan sedikit garam dan gula lagi. Ditunggu hingga asat dan daging ayam matang, diaduk hingga bumbu rata melumuri si Ayam.
4. Sajikan

Aku sudah mencoba resepnya, ternyata yummy.. tapi karena suamiku itu kalau makan ayam harus bener-bener mateng-teng.. jadi sebelumnya ayamnya aku goreng dulu. Nah jika sebelumnya ayam sudah digoreng dan matang, tidak perlu tambah air lagi ya.. cukup air yang nyemek itu saja. Selamat mencoba juga.. ^ ^


Perpisahan Part 2

Hari ini terhitung 4 hari sudah proses memisahkan benda kesayangan Raffa (botol susu) selain si Gugi yang sebelumnya aku ceritakan disini. Huaaa ternyata bener-bener diuji kesabaranku dan suami dan juga pastinya Raffa. Selama beberapa hari itu Raffa selalu gelisah dan akhirnya menangis karena dia mencari-cari botol susunya. Sampai-sampai dia nekat ingin mengambil lagi botol susunya yang sudah ada di tong sampah *elusdada.. kasian yaa.. segitunya. Dan setiap pagi buta dia selalu terbangun dari tidurnya untuk minta susu di botol, dan lagi-lagi akhirnya harus ada cucuran air mata karena harus menerima kenyataan botol susunya sudah tidak ada (sebenernya botol susunya masih ada sih.. tapi aku umpetin dan bilang ke Raffa kalau empeng botolnya sudah bolong-bolong, bau, jadi diambil sama tikus~heh jadi boong kan.. tapi ga papah kali ya bohong demi kebaikan?eh iya ga sih?. Dan satu botol lagi memang akhirnya aku minta ke Raffa untuk membuangnya sendiri ke tong sampah dengan alasan yang sama). Wah bener-bener deh agak deg-degan klo pagi-pagi udah nangis, deg-degan takut ganggu tetangga kiri kanan depan belakang. Karena saat ini kami tinggal di apartemen yang tidak terlalu besar dan hanya tembok yang memisahkan antar tetangga. Jadi pastinya kalau ada kegaduhan, kedengeran juga tuh sama tetangga sebelah. Apalagi tangisan Raffa itu, hemmm.. lumayan keras. Tapi karena aku dan suami sudah bertekat bulat untuk melepas Raffa dengan botolnya dengan pertimbangan umur Raffa yang sudah hampir 3 tahun dan juga itu berarti insya Alloh tahun depan sudah mulai masuk sekolah, jadi kami menguatkan hati dan mencoba bersabar. Walaupun sebenernya kasian liat Raffa gelisah, muka melas, sampai nangis, dan juga geregetan dengan tingkahnya yang memaksa-maksa minta botol, tapi harus tetep bertahan karena semua nantinya demi kebaikan Raffa :)

4 hari telah terlewati, alhamdulillah kok ya Raffa sudah tidak pernah cari-cari botol susunya. Biasanya "Mama.. mau minum susu pake botol Raffa", sekarang sudah ganti loh jadi "Mama, minum susu pake gelas sama sedotan". hehehe... pinter anak mama papa ini... Akhirnyaaa... lagi-lagi yuk dadah bye bye botol susu... Eh tapi efeknya sekarang Raffa minum susu tidak sebanyak saat dia minum dengan botol, benar-benar berkurang. Tapi tidak apa-apa lah ya.. yang penting alhamdulillah masih suka susu. Wah, Mama dan Papanya senang sekali dan lega. Lumayan tidak menyangka bisa lebih cepat lepas dengan botol, tapi 4 hari itu jujur berattt... Kali ini tidak usah dipajang yah foto botol susunya.. maluuu.. :D

Yah.. kalau dipikir-pikir hal-hal seperti ini biasa terjadi pada setiap anak, karena mungkin setiap anak dulunya juga mempunyai benda kesayangan yang biasanya selalu harus ada di sampingnya. Aku pun dulu punya benda kesayangan, ujung bantal dan juga botol susu... hihihi.. bagaimana dengan kamu? apa benda kesayanganmu waktu kecil????